CERITA DARI GUNUNG 12 Agustus 2008
Posted by iboeng1211 in KISAH KITA.2 comments
Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah keheningan susasana pegunungan. Sibocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejahuan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”
Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?” Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa Kau?” Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan upatan yang serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, Apa yang terjadi?”
Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatiakan”. Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!” Suara di kejahuan menjawab, “Saya kagum padamu!” Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!” Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!”
Sang bocah keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah GEMA, tapi sesungguhnya itulah KEHIDUPAN”.
Kehidupan memberi umpan balik atas semua dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu. Hidup memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu
by. Motivasi_Net@yahoogroups.com
SEMUT DI DALAM TELINGA 12 Agustus 2008
Posted by iboeng1211 in KISAH KITA.1 comment so far
Ada seorang pekerja yang sedang bertugas di sebuah perusahaan. suatu
ketika, tanpa disengaja dia menginjak sarang semut hingga lantai
dipenuhi kawanan semut, semut-semut yang tak terkira jumlahnya sampai
merayap ke seluruh tubuhnya.
sebentar kemudian, dia merasakan telinganya amat gatal. disangkanya
semut-semut sudah merayap masuk ke telinganya, hingga dia memutuskan
untuk berobat ke dokter. hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa
telinganya tidak dimasuki semut, tapi anehnya dia tetap bersikeras
mengatakan telinganya terdapat semut. banyak dokter telah dicari,
tapi hasilnya tetap sama.
seorang temannya menganggap dia terlalu dilanda prasangka dan
perasaan yang berlebihan, hingga menjadi penyakit psikis. kalau betul
demikian, tak ada gunanya mencari dolter, melainkan yang dibutuhkan
adalah seorang psikiater.
psikiater memeriksanya dengan teliti dan mengatakan positif, “Ada,
memang ada. tapi sebelum semutnya dikeluarkan, harus terlebih dahulu
disuntik.” lalu diapun merebahkan diri untuk disuntik dengan obat
bius. dia tertidur pulas, saat mulai siuman, psikiater membunyikan
beberapa batang perkakas medis di samping telinganya hngga berdesing,
lalu menunjukkan dua ekor semut yang ditangkapnya dari sisi meja
seraya berkata:” kini anda telah sembuh, semut itu telah saya
keluarkan.” mendengar ini, si pasien amat bergembira dan mengucapkan
terima kasih kepada psikiater.
Telah dapat dibuktikan, bahwa dari kecurigaan akan melahirkan sosok
mara. kalau sudah dilanda prasangka bagaimana mungkin bisa melahirkan
kepercayaan diri? terlebih lebih kalau sudah mencurigai kebenaran
hukum Tuhan, bagaimana mungkin dapat membina diri lagi?
By. Motivasi_Net@yahoogroups.com From : Kisah Dharma